Langsung ke konten utama

Teks Anekdot



MANA KEADILANYA?

NARASI
Disuatu hari ada dua orang kepala keluarga bernama  Gunawan dan Heru,sedang berbincang-bincang sambil meminum kopi di depan teras Rumah milik Pak Heru  .Pak Gunawan berkata kepada Pak Heru “Tindakan hukum  di Indonesia ini kok tidak adil ya?.” Pak Heru manjawab “Tidak adil gimana?”.”Masa orang yang melakukan  korupsi ratusan juta dan orang yang hanya mencuri  sandal seharga 35 Ribu dapat tiga saja di jatuhi hukuman yang sama?” sahut Pak Gunawan. Pak Heru sejenak diam dan berfikir tentang ucapan pak Gunawan,“Benar juga ya padahal kedua permasalahan tersebut secara material dan nilai nominal sangat berbeda jauh sekali lohh”katanya. ”Makanya hukum di Indonesia ini harus di tegakan secara adil dan para Hakim harus bisa menetukan hukuman orang  dengan mempertimbangkan  kesalahan yang diperbuat,bukan dari latar bealakan kehidupan mereka” kata pak Gunawan .”Maka dari itu apa fungsi dari sila ke-5 jika perlakuan hukum di Indonesia tetap saja seperti itu” sahut Pak Heru kesal.mereka berdua sangat asyik mengobrol  sambil meminum kopi,dan tanpa disadari kopi milik pak Heru habis dn Pak Heru meminum kopi milik Pak Gunawan. Pak Gunawan berkata pula”Jangan-jangan orang yang meminum kopi milik temannya juga di jatuhi hukuman yang sama dengan  para koruptor!”.”Enggalah bego..!”kata Pak Heru.”Makanya jadi orang itu ngga usah mengambil  hak milik orang lain!” tegur Pak Gunawan.”Iya Om Gun maaf kan saya orang berdosa ini,,hhha” gurau Pak Heru.”Dasar bego!!” ucap Pak Gunawan sambil tertawa.





MANA KEADILANYA?

DIALOG
Disuatu hari ada dua orang kepala keluarga bernama  Pak Gunawan dan Pak Heru,sedang berbincang-bincang sambil meminum kopi di depan teras Rumah milik Pak Heru
Pak Gunawan    : “Tindakan hukum  di Indonesia ini kok tidak adil ya?.”
 Pak Heru             : “Tidak adil gimana?”.
Pak Gunawan    :”Masa orang yang melakukan  korupsi ratusan juta dan orang yang hanya mencuri  sandal seharga 35 Ribu dapat tiga saja di jatuhi hukuman yang sama?”
 Pak Heru sejenak diam dan berfikir tentang ucapan pak Gunawan.
Pak Heru              :“Benar juga ya padahal kedua permasalahan tersebut secara material dan nilai nominal sangat berbeda jauh sekali lohh”.
Pak Gunawan    : ”Makanya hukum di Indonesia ini harus di tegakan secara adil dan para Hakim harus bisa menetukan hukuman orang  dengan mempertimbangkan  kesalahan yang diperbuat,bukan dari latar bealakan kehidupan mereka”.
Pak Heru              :”Maka dari itu apa fungsi dari sila ke-5 jika perlakuan hukum di Indonesia tetap saja seperti itu”( sahut Pak Heru kesal)
Mereka berdua sangat asyik mengobrol  sambil meminum kopi,dan tanpa disadari kopi milik pak Heru habis dn Pak Heru meminum kopi milik Pak Gunawan.
 Pak Gunawan   :”Jangan-jangan orang yang meminum kopi milik temannya juga di jatuhi hukuman yang sama dengan  para koruptor!”.
Pak Heru              :”Enggalah bego..!”
Pak Gunawan    :”Makanya jadi orang itu ngga usah mengambil  hak milik orang lain!”.
Pak Heru              :”Iya Om Gun maaf kan saya orang berdosa ini,,hhha”( gurau Pak Heru).”
Pak Gunawan    :”Dasar bego!!”( ucap Pak Gunawan sambil tertawa).





Kelompok           :P.Haggett 

Anggota          : -Krisentia Aprilyani
                              -Brigita Ega(4)
                              -Briliance(5)
                              
Koordinator        : -Krisentia Aprilyani











Komentar